Jakarta — Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu) Kementerian Agama RI turut mendukung pembinaan keagamaan bagi peserta beragama Khonghucu dalam rangkaian Jambore Nasional XII. Dukungan diwujudkan melalui pendampingan rohaniwan dan pembina dalam kegiatan Kebaktian Besar serta partisipasi dalam doa lintas iman, Cibubur, 14/08/2026.
Jambore Nasional XII menjadi ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai daerah untuk membangun kebersamaan, mengembangkan karakter, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan. Bagi peserta beragama Khonghucu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman ajaran agama sekaligus memperkuat pembinaan spiritual.
Dalam agenda Kebaktian Besar, Ws. Wichandra hadir memberikan materi Jiangdao kepada para peserta. Pembinaan diikuti pula oleh delapan siswa dari SMP Semangat Genta Rohani (SEGAR) Cilodong yang turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan.
Melalui materi Jiangdao, para peserta diajak untuk memahami pentingnya pembinaan diri, keteladanan, dan penerapan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Wichandra menekankan bahwa generasi muda perlu menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam membentuk sikap dan karakter.
“Belajar ajaran Khonghucu bukan hanya memahami apa yang tertulis dalam kitab suci. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai kebajikan itu hadir dalam sikap dan perbuatan kita sehari-hari. Mulailah dari membina diri, menghormati orang tua dan guru, bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan, serta belajar hidup harmonis dengan siapa pun,” ujar Ws. Wichandra saat memberikan pembinaan.
Menurutnya, pembinaan diri merupakan proses yang harus terus dilakukan oleh setiap generasi muda. Pengetahuan dan kemampuan perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter agar generasi muda tidak hanya memiliki kecakapan, tetapi juga mampu membawa nilai kebajikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Jambore seperti ini menjadi kesempatan yang baik untuk belajar hidup bersama. Kita bertemu dengan teman-teman yang berbeda latar belakang, daerah, bahkan agama. Dari sana kita belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan membangun persaudaraan,” lanjutnya.
Selain Kebaktian Besar, perwakilan Khonghucu juga mengambil bagian dalam doa lintas iman yang menjadi salah satu rangkaian Jambore Nasional XII. Ws. Lie Suprijadi hadir mewakili umat Khonghucu dan menyampaikan doa sesuai dengan ajaran dan tradisi Khonghucu.
Partisipasi dalam doa lintas iman mencerminkan semangat persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan berbangsa. Kehadiran berbagai perwakilan agama dalam satu ruang kebersamaan juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyaksikan secara langsung praktik toleransi dan kerukunan.
Keterlibatan Pusbimdik Khonghucu melalui para pembina dan rohaniwan diharapkan dapat memperkuat pembinaan spiritual peserta. Kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan ibadah, tetapi juga sarana menanamkan nilai kebajikan, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat persaudaraan.
Bagi Pusbimdik Khonghucu, pembinaan generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan keteguhan moral.
Kehadiran peserta Khonghucu dalam Jambore Nasional XII sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda dari berbagai latar belakang dapat tumbuh bersama dalam semangat kebangsaan.
Melalui Kebaktian Besar dan doa lintas iman, peserta diharapkan membawa pengalaman yang diperoleh selama jambore sebagai bekal untuk terus membina diri, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.**