Cianjur, Jawa Barat — Kamp Kebangsaan II kembali digelar sebagai wadah penguatan nilai persatuan dan kebhinekaan bagi generasi muda. Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Villa Liana Puri Solo 333, Cimacan, Cianjur ini menjadi lanjutan dari penyelenggaraan sebelumnya pada tahun 2022 yang mendapat sambutan positif.
Lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang agama turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mengusung tema “Be Smart, Be Nationalist and Be Unity in Diversity,” kamp ini menekankan pentingnya membangun kecerdasan, semangat nasionalisme, serta komitmen menjaga persatuan dalam keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan pesan melalui sambungan video, menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin bangsa yang harus mampu berkolaborasi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Rangkaian kegiatan diisi dengan paparan dari tokoh-tokoh lintas agama seperti Ust. H. Marzuki, Fr. Duen Ginting, Pdt. Doni Susanto, dan Ws. Lie Suprijadi. Kehadiran mereka memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya toleransi dan kehidupan beragama yang harmonis. Selain itu, Cacuk Wibisono dari Global Village turut berbagi pandangan mengenai kebangsaan dari perspektif industri kreatif.
Ketua panitia, Andreas Budi Prasetyo yang dikenal dengan nama Andreas Bond, menyampaikan bahwa Kamp Kebangsaan menjadi sarana edukasi yang mendorong peserta untuk memahami keberagaman secara mendalam. Dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, peserta diajak untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan yang memperkaya identitas bangsa.
Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu) Kementerian Agama RI memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Kamp Kebangsaan dinilai memiliki kontribusi penting dalam membina generasi muda, khususnya umat Khonghucu, agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai persatuan dan toleransi semakin tertanam, sehingga lahir generasi penerus yang siap menjaga keutuhan bangsa serta mengamalkan ajaran luhur dalam kehidupan sehari-hari.***