Dirgahayu MATAKIN Satu Abad

Dirgahayu MATAKIN Satu Abad

Dirgahayu MATAKIN Satu Abad

Jakarta --- Rabu, 12 April 2023 – Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) merayakan dirgahayu ke-100 tahun atau 1 abad. Perayaan ini diselenggarakan  pada tanggal 12 April di Kelenteng Kong Miao Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur. 

Kegiatan ini mengusung tema besar yaitu MATAKIN meski organisasi tua, namun firman selalu dijaga agar senantiasa baharu. Menyambut usia Matakin yang genap 1 abad, terdapat beberapa rangkaian perayaan yang dilakukan Matakin. Di antaranya yaitu: (1) Seminar dengan tajuk “Disiplin, Sikap Hormat, dan Tahu Malu sebagai Dasar Tumbuhnya Integritas, Etos Kerja dan Budaya Gotong-Royong”; (2) Buka Puasa Bersama; (3) Sembahyang untuk menghormati Ketum dan Kaderoh yang sudah wafat; dan (4) Kebaktian Khusus.

Pada seminar yang diselenggarakan hadir tokoh-tokoh agama sebagai narasumber di antaranya; Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Pdt. Gomar Gultom, Ketua Umum KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) Mgr. Antonius  Subiyanto Bunyamin, Ketua Umum PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Mayjen (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Prof. Philip K. Widjaja, dan Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Engkus Ruswana.

Seminar ini didukung oleh Kemenko PMK (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan Masjid Istiqlal. Menteri Agama diwakili oleh Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Sekretariat Jenderal Dr. H. Susari, MA memberikan sambutan pada rangkaian seminar. Selain itu keynote speaker Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Prof Dr Warsito memberikan pengantar Gerakan Nasional Revolusi Mental, terutama untuk menanamkan dan membangun tiga nilai utama GNRM yaitu Integritas, Etos Kerja dan Gotong-Royong.

Ketua Umum Matakin Xs. Budi Santoso dalam sambutannya menekankan “Nilai disiplin sebagai nilai pertama agar nilai Integritas, Etos Kerja dan Gotong-Royong bisa dilaksanakan. Kemudian yang ke dua adalah rasa hormat, ketika kita tidak menghormati para leluhur maka kita tidak akan dihormati generasi seterusnya. Ketiga yang terakhir adalah rasa malu, tahu malu itulah yang membedakan manusia dengan binatang.” Disambungnya “Untuk pemerintah di dalam menyusun anggaran tidak melupakan pembangunan manusia karena pembangunan manusia itulah yang akan menentukan kesuksesan di masa depan.”


Kelapa Pusat Dr. H. Susari, MA dalam sambutannya menjelaskan, “Kegiatan Matakin pararel dengan program Pusbimdik Khonghucu, seperti yang disampaikan Mukernas Deroh bahwa kami berkomitmen untuk pendirian Sekolah Tinggi Khonghucu yang akan diadakan di Babel, kemudian memperkuat moderasi beragama bagi pengurus-pengurus di daerah”. Kementerian Agama baru memiliki 3 pembimas di tiga provinsi yaitu; Jawa Barat, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Akan ada usulan enam tambahan untuk pembimas yaitu: Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Riau.

Matakin lahir pada 12 April tahun 1923 dan tahun ini tepat 12 April 2023, maka genaplah usia Matakin 100 tahun. “Banyaknya gelombang pasang surutnya Matakin diharapkan kedepannya tidak ada lagi surutnya tapi selalu pasang terus memberikan warna yang sangat penting dalam penyiapan sumber daya manusia”, sambung Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Prof Dr Warsito.

Selanjutnya acara sembahyang untuk mewujudkan laku bakti dan terima kasih atas pengorbanan luar biasa dan perjuangan Ketua Umum dan Ketua Dewan Rohaniwan Matakin yang telah wafat. Acara terkahir yaitu Kebaktian khusus yang dipimpin oleh Ws. Sunarta Hidayat selaku Sekretaris Dewan Rohaniwan Pengurus Pusat Matakin.
 


Berita LAINNYA