Setiap orang pasti memiliki teman atau sahabat dari lingkungan tempat tinggal, teman masa sekolah dan lingkungan tempat bekerja dari berbagai latar belakang baik agama dan suku. Ada kebahagiaan tersendiri bila hubungan pertemanan ini rukun dan berkelanjutan sampai tua. Tentunya sebuah hubungan baik dan berkelanjutan haruslah didasari satya, saling percaya dan rasa Bahagia. Cerita-cerita sedih, lucu dan gembira terasa nikmat jadi bahan obrolan. Peristiwa ini saya alami sampai saat ini. Bersyukur memiliki banyak teman dan sahabat yang baik.
( Lun Yu 1 xue er : 4 ; Zeng Zi berkata, ’ Tiap hari aku memeriksa diri dalam tiga hal ; sebagai manusia adakah aku berlaku tidak satya? Bergaul dengan kawan dan sahabat adakah aku berlaku tidak dapat dipercaya? Dan adakah ajaran Guru yang tidak kulatih?’
Kini dengan manfaat baik dari kecanggihan teknologi dapat pula bertemu dan menjalin hubungan dengan orang lain tanpa bertemu fisik dari berbagai latar belakang baik agama & kepercayaan, gander, profesi dan ( rohaniwan, dokter, dosen, pimpinan perusahaan, aktifis sosial, karyawan, pensiunan PNS dan swasta ) bahkan lintas negara, bertemu di dunia maya bahasa kekiniannya. Hingga terjalin hubungan pertemanan. Salah satunya melalui zoom meeting.
Atas maksud baik dari seorang ibu hebat berprofesi sebagai dokter yang kemudian saya kenal dengan nama ibu Nasrin dari komunitas Bahai, melalui media zoom meeting saya diundang untuk bergabung dalam acara doa dan diskusi lintas agama dan kepercayaan. Setiap Jumat jam 4 sore acara zoom dibuka, bertemulah dengan banyak orang-orang hebat dan berpengalaman dari berbagai profesi serta tingkat umur yang berbeda. Pertemuan yang patut disyukuri. Ada Ibu Mardety, pak Ben, pak Pieter, pak Dondi, pak Achmad, mas Misan, mas Amin, ibu Recelly, ibu Umi, ibu Nargis, ibu Ohan, mas Firman, ibu Yayang, ibu Aminatus, pak Asngari, ibu Vina, ibu Paoina dan banyak lagi.
Setiap pertemuan online ini diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci dari kitab agama masing-masing yang boleh dibaca oleh siapa saja sekalipun bukan dari kitab agamanya sendiri, pembacaan tulisan bijak karya pak Misan, mendengar suara merdu ibu Vina dan tembang berbahasa Jawa lantunan ibu Yayang.
berdiskusi dan berbagi informasi dengan berbagai topik yang diselingi dengan canda tawa. Saling mengenal dan memahami menumbuhkan rasa bahagia dan terjalin persaudaraan semakin akrab. Memang kecil dalam jumlah namun sekecil apapun kalau dari hati jadi berarti. Praktek moderasi beragama kami jalani mengalir alami.
Sekilas tentang agama penulis. 儒教 Ru Jiao yang di Indonesia dikenal Agama Khonghucu ( 孔夫子 Kong Fu Zi ), kitab sucinya 四书五经 Si Shu Wu Jing,皇天上帝 Huang Tian Shang Di atau 天 Tian menyebut nama Tuhan. Salam agama Khonghucu Indonesia 惟德动天 Wei De Dong Tian ( hanya kebajikan Tuhan berkenan ), yang dibalas dengan 咸有一德 Xian You Yi De ( miliki yang satu yaitu kebajikan ), ditutup dengan 善哉 Shanzai.
Ribuan tahun lalu Zhi Sheng Kongzi telah mengajar umat manusia melalui sebuah ayat pendek ; " 四海之内 si hai zhi nei, 皆兄弟也 jie xiong di ye, diempat penjuru lautan, semua saudara !" . Pedoman hidup bagi umat 儒教 Ru Jiao ( Khonghucu) dengan sesamanya ini tertulis di kitab 四书 Si Shu bagian 论语 Lun Yu jilid XII 颜渊 Yan Yuan ayat 5. Memperlakukan sesama manusia seperti saudara sendiri akan menciptakan hubungan yang harmonis di dunia ini. Demikianlah sebaik-baiknya 善哉 shanzai.***
Penulis: Tjung Min Khiong (Penyuluh Agama Khonghucu Jakarta Barat)