(Jakarta) Pusbimdik Khonghucu – Mandarin Bootcamp kembali digelar dengan memasuki pertemuan ke-18 yang berlangsung interaktif dan padat materi. Pada pertemuan ini, peserta diajak mendalami topik 我是坐飞机来的 (Wǒ shì zuò fēi jī lái de) yang berarti “Saya datang dengan naik pesawat”, sekaligus mereview pembelajaran sebelumnya terkait pembacaan pinyin, penggunaan partikel dalam bahasa Mandarin, serta pengenalan budaya alat transportasi di Tiongkok.
Seperti biasa, kelas dibuka oleh Vania Laoshi dengan sesi review materi dari pertemuan sebelumnya. Ia mengajak peserta mengingat kembali pendalaman membaca pinyin secara intensif, khususnya pada kosakata yang terdiri dari tiga hingga empat silabel.
“Kali ini kita review materi-materi yang sudah dipelajari, terkait pembacaan pinyin. Masih ingat yang ini? Di Mandarin selain ada dua silabel yang membentuk sebuah vocab, bisa juga terbentuk tiga silabel,” ujar Vania Laoshi.
Kemudian ia memberikan contoh xīngqī yī dengan pola nada 1+1+1 yang dibaca datar, serta bīngjīlíng dengan pola nada 1+1+2 yang mengalami kenaikan pada nada kedua.
Setelah membahas pinyin, Vania Laoshi melanjutkan ke pembahasan point bahasa atau 语言点 (yǔyán diǎn), yang berfokus pada penggunaan partikel “了” (le) dalam kalimat bahasa Mandarin.
“Partikel ‘了’ artinya situasi yang sudah terjadi atau sudah dilakukan. Jadi kalau dalam kalimat ada ‘了’, berarti aktivitasnya sudah dilakukan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan pola dasar penggunaan partikel tersebut, yaitu subjek + predikat + 了. Salah satu contoh yang diberikan adalah kalimat 他去学开车了 (tā qù xué kāichē le) yang berarti “Dia (tadi) pergi belajar menyetir.”
Memasuki sesi kedua, materi dilanjutkan oleh Rizka Laoshi yang mengangkat tema utama 我是坐飞机来的. Selaras dengan sesi sebelumnya, Rizka Laoshi turut mereview pembacaan pinyin, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan menerjemahkan kalimat.
“Pada kalimat ‘Kakak perempuan sudah pergi ke sekolah’, minggu lalu kita sudah belajar grammar tentang partikel ‘了’, coba terjemahkan ya!,” pinta Rizka Laoshi kepada peserta.
Para peserta pun serempak menjawab dengan tepat, 姐姐去学校了 (jiějiě qù xuéxiào le).
Rizka Laoshi kemudian menegaskan kembali posisi partikel “了” dalam kalimat tersebut. “Pada kalimat 姐姐去学校了, ‘了’ diletakkan di akhir kalimat,” jelasnya.
Menjelang akhir kelas, Rizka Laoshi menutup pertemuan dengan pengenalan budaya Tiongkok melalui topik 中国的交通工具 (Zhōngguó de jiāotōng gōngjù) atau alat transportasi di Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa alat transportasi di Tiongkok telah berkembang sejak zaman kuno hingga modern.
“Di Tiongkok terdapat alat transportasi zaman dulu 古代的交通工具 yang bentuknya bervariasi sesuai dengan zaman dinasti, seperti kereta kuda dengan berbagai model, kereta angkut yang ditarik manusia, maupun sapi,” tuturnya.
Tak hanya itu, peserta juga dikenalkan dengan alat transportasi modern 现代的交通工具 yang digunakan di Tiongkok saat ini, seperti bus umum 公共汽车, taksi 出租车, kereta cepat 高铁, hingga kapal feri atau 渡船.
Melalui pertemuan ke-18 ini, Mandarin Bootcamp tidak hanya memperkuat kemampuan membaca, menulis, dan memahami tata bahasa Mandarin, tetapi juga memperluas wawasan peserta terhadap budaya dan kehidupan masyarakat Tiongkok, khususnya dalam bidang transportasi.***