Jakarta (Pusbimdik Khonghucu) — Kementerian Agama melalui Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan Khonghucu yang semakin merata, transparan, dan berdampak nyata bagi umat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyusunan Indeks Layanan Keagamaan Khonghucu (ILKK) yang diselenggarakan di Jakarta, 19–20 Januari 2026.
Penyusunan ILKK ini diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memastikan seluruh layanan Pusbimdik Khonghucu berjalan secara efektif, inklusif, serta berorientasi pada kebutuhan nyata umat Khonghucu di Indonesia. Selain itu, indeks ini juga dirancang sebagai alat evaluasi berkelanjutan agar pemerintah memiliki kemampuan mengukur kinerja layanan keagamaan secara objektif dan terukur.
Untuk menjamin kualitas penyusunan indeks, Pusbimdik Khonghucu menggandeng sejumlah peneliti dan tokoh profesional dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta P3M Universitas Indonesia (UI). Para periset yang terlibat antara lain peneliti muda BRIN Raudutul Ulum, peneliti muda UI Farhan Muntafa, Abdul Jalani, Bachtiar Hakim, dan Lilis Dita Levin.
Kepala Pusbimdik Khonghucu, menyampaikan bahwa penyusunan ILKK akan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pegawai Pusbimdik Khonghucu. “Seluruh pegawai Pusbimdik nantinya akan ditugaskan sebagai enumerator yang bertugas mengumpulkan data dan informasi secara langsung dari umat. Hal ini penting agar indeks yang dihasilkan benar-benar merefleksikan kondisi layanan di lapangan,” ujarnya.
Adapun ruang lingkup penyusunan ILKK mencakup seluruh tugas dan fungsi Pusbimdik Khonghucu, meliputi layanan keagamaan, layanan pendidikan, layanan kelembagaan, serta layanan sosial-keagamaan dan moderasi beragama. Layanan keagamaan mencakup pembinaan rohani dan bimbingan moral, fasilitasi peribadahan dan ritual, serta pelayanan pernikahan, kematian, dan hari besar keagamaan.
Pada aspek pendidikan, ILKK menilai pengembangan kurikulum pendidikan Khonghucu, ketersediaan dan kompetensi guru agama, serta dukungan terhadap lembaga pendidikan dan pembelajaran nilai Ru Jiao. Sementara itu, layanan kelembagaan mencakup dukungan terhadap organisasi dan majelis keagamaan, serta peningkatan kapasitas dan pembinaan rohaniwan. Adapun layanan sosial-keagamaan dan moderasi beragama menyoroti peran sosial umat Khonghucu, kegiatan lintas iman, serta kontribusi umat dalam menjaga harmoni dan persatuan bangsa.
Melalui penyusunan Indeks Layanan Keagamaan Khonghucu yang berkualitas dan berdampak, Pusbimdik Khonghucu berharap terbangun sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pembimas Khonghucu di daerah, para penyuluh Khonghucu, tokoh organisasi dan kelembagaan Khonghucu, hingga seluruh umat Khonghucu di Indonesia, demi terwujudnya layanan keagamaan yang semakin baik dan berkeadilan.**