Mandarin Bootcamp Pertemuan ke-17 Tekankan Pemahaman Grammar dan Penggunaan Partikel Bahasa Mandarin

Peserta Mandarin Bootcamp ke- 17 sedang Menyimak Kelas Mandarin

Mandarin Bootcamp kembali digelar dan memasuki pertemuan ke-17 dengan fokus utama pada pendalaman grammar Bahasa Mandarin. Kelas yang dilaksanakan secara daring ini membahas penekanan penggunaan kata keterangan tingkat seperti Feichang (非常), Hen (很), dan Tèbié (特别), serta materi kalimat bertema 她买了不少衣服 (Tā mǎi le bù shǎo yī fu) yang berarti “Dia sudah membeli cukup banyak baju”.

Kegiatan bootcamp dibuka oleh Vania Laoshi dengan mereview materi pada pertemuan sebelumnya. Ia mengawali kelas dengan pertanyaan pemantik kepada para peserta, “Hari ini kita review ya pembahasan tentang Feichang (非常) dan Hen (很), masih ingat bedanya dari kedua kata tersebut?” ujar Vania Laoshi saat membuka kelas Zoom.

Dalam penjelasannya, Vania Laoshi kembali menekankan perbedaan tingkat makna antara Feichang (非常) dan Hen (很). Ia menjelaskan bahwa Feichang memiliki derajat penekanan yang lebih tinggi dibandingkan Hen. Contohnya pada kalimat 这个电影很好看 (Zhège diànyǐng hěn hǎokàn) yang berarti “film ini sangat bagus”. Kata Hen di sini bersifat umum dan sering kali hanya sebagai penanda gramatikal. Sementara pada kalimat 这个电影非常好看 (Zhège diànyǐng fēicháng hǎokàn), penggunaan Feichang memberikan penekanan yang lebih kuat, sehingga maknanya terasa seperti “film ini bagus banget”. Jelasnya.

Vania Laoshi menambahkan bahwa, meskipun Feichang (非常) dan Hen (很) sama-sama dapat diartikan “sangat”, keduanya memiliki nuansa yang berbeda. Hen lebih umum digunakan, sedangkan Feichang menunjukkan intensitas yang lebih tinggi dan sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang luar biasa atau ekstrem.

Selain dua kata tersebut, Vania Laoshi juga mereview penggunaan Tèbié (特别). “Ada satu kata lagi, Tèbié (特别), yang tingkatannya juga tinggi seperti Feichang (非常), tetapi memiliki makna lain yang disesuaikan dengan konteks kalimat,” jelasnya.

Tèbié dapat digunakan untuk menekankan perasaan, seperti pada frasa 特别喜欢 (tèbié xǐhuān – sangat suka), namun juga berfungsi sebagai kata sifat yang bermakna khusus, istimewa, atau spesial.

Pembelajaran pada sesi pertama ini menitikberatkan pada pemahaman grammar Bahasa Mandarin agar peserta tidak hanya menghafal kosakata, tetapi juga memahami nuansa dan fungsi penggunaannya dalam kalimat.

Materi kelas kemudian dilanjutkan pada sesi kedua bersama Rizka Laoshi. Ia membahas materi 她买了不少衣服 (Tā mǎi le bù shǎo yī fu) yang berarti “Dia sudah membeli cukup banyak baju”. Pada sesi ini, Rizka Laoshi mengulas pinyin dari berbagai hanzi yang terdapat dalam materi sekaligus menjelaskan struktur kalimatnya.

Rizka Laoshi memberikan penjelasan mendalam mengenai penggunaan partikel 了 (le). “Partikel 了 le digunakan di akhir kalimat untuk menunjukkan bahwa suatu kegiatan telah terjadi atau sudah selesai dikerjakan. Formulanya adalah subjek + predikat + 了 le,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa le dapat diletakkan setelah kata kerja yang membawa objek, dengan ketentuan di depan objek harus ditambahkan modifier seperti kata bantu bilangan, kata sifat, atau kata ganti. Pola kalimatnya menjadi subjek + kata kerja + 了 le + modifier + objek.

Selain itu, Rizka Laoshi menekankan penggunaan le dalam kalimat negatif. Menurutnya, dalam bentuk negatif cukup menambahkan 没 (méi) tanpa perlu menggunakan partikel 了 (le) di akhir kalimat.

Tidak hanya membahas partikel 了 (le), Rizka Laoshi juga mengulas penggunaan partikel 后 (hòu), kata seru 啊 (a), serta 都 (dōu) yang masing-masing memiliki aturan dan fungsi tersendiri dalam kalimat Bahasa Mandarin.

Sebagai penutup, sesi materi dari Rizka Laoshi dilengkapi dengan pembahasan ringan mengenai 中国民族的传统衣服 atau baju tradisional suku di Tiongkok, seperti Hanfu, Qipao, dan Atlas. Materi ini memberikan wawasan tambahan sekaligus memperkaya pemahaman budaya Tiongkok bagi para peserta bootcamp.***


Berita LAINNYA