Bogor (Pusbimdik Khonghucu) - Ratusan pemuda dari enam agama resmi di Indonesia mengikuti “Interfaith Harmony Camp: Kolaborasi Lintas Agama untuk Ekoteologi, Harmoni, dan Kemanusiaan” yang digelar di Camp Hulu Cai, Ciawi, Bogor, 21–22 November 2025.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini melibatkan sekira 400 peserta dari umat Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Khonghucu, serta perwakilan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB).
Selama dua hari satu malam, para peserta yang mayoritas generasi muda menjalani serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memupuk rasa toleransi, moderasi beragama, dan semangat kerukunan.
Mulai dari diskusi bersama Stafsus Kemenag RI, Direktur Penerangan Islam, dan Kepala Pusat Kerukunan Beragama. Serta kegiatan fun games, aksi lingkungan berbasis ekoteologi, coffee morning lintas iman, hingga pentas seni yang diwarnai musik, tari, dan puisi dari berbagai tradisi keagamaan.
Puncak acara adalah pembacaan Deklarasi Pemuda Lintas Agama dan penandatanganan komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan umat beragama, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup berbasis nilai-nilai ekoteologi.
Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan pernyataan terkait maksud kegiatan.
“Interfaith Harmony Camp ini kami selenggarakan dengan maksud untuk memperkuat moderasi beragama di kalangan anak muda sekaligus membangun jaringan kolaborasi lintas iman yang nyata dan berkelanjutan.” Ucapnya saat memberikan sambutan pembukaan.
Kegiatan yang didukung penuh oleh Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu ini berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang hangat, sarat nilai moderasi dan kerukunan antar peserta yang berasal dari agama Khonghucu, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu.
Keikutsertaan pemuda Khonghucu dalam kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari ajaran agama Khonghucu, yakni harmoni antara Tuhan sang pencipta, manusia dan alam (bumi), hal ini selaras dengan ekoteologi yang menjadi progam prioritas Kementerian Agama.
Giat Interfaith Harmony Camp menjadi unsur yang selaras dengan ajaran Konfusius, “Di Empat Penjuru Lautan, Kita Semua Bersaudara”. Ketika hati manusia dipenuhi kebajikan, dan rasa kemanusiaan, maka seluruh penghuni bumi ini adalah keluarga. Dengan demikian, adanya keragaman suku, budaya, ras, dan agama, mendukung terjalinnya hubungan persaudaraan.**