Belajar Mandarin Lebih Menajamkan Skill: Mandarin Bootcamp ke-20 Fokus Review Komprehensif HSK I

Materi Bootcamp Ke- 20

Jakarta (Pusbimdik Khonghucu) - Mandarin Bootcamp kembali digelar secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu, 7 Februari 2026. Memasuki pertemuan ke-20, kegiatan ini difokuskan pada review keseluruhan materi HSK I Bahasa Mandarin, mulai dari bab empat hingga bab lima, guna memperkuat pemahaman peserta sebelum melangkah ke materi selanjutnya.

Kelas dibuka oleh Vania Laoshi yang mengawali sesi dengan menjelaskan perbedaan penggunaan kosakata Bahasa Mandarin yang sekilas memiliki arti serupa, namun berbeda dalam konteks pemakaian. Salah satunya adalah perbedaan antara kata “见到” (jiàndào) dan “见面” (jiànmiàn).

“Kalau secara arti dalam Bahasa Indonesia, ‘见到’ berarti ‘melihat’, sedangkan ‘见面’ berarti ‘bertemu’, sehingga penekanannya lebih pada adanya pertemuan secara langsung,” jelas Vania Laoshi saat membuka kelas.

Ia kemudian melanjutkan dengan membahas perbedaan penggunaan kata “看到” (kàndào) dan “看见” (kànjiàn). Menurutnya, kedua kata tersebut sama-sama berarti ‘melihat’, namun memiliki perbedaan penggunaan. “Untuk benda fisik yang dapat dilihat, keduanya bisa digunakan. Namun, untuk hal yang sifatnya abstrak seperti emosi, perasaan, atau ekspresi, kata yang digunakan adalah ‘看到 (kàndào)’,” paparnya.

Setelah membahas perbedaan kosakata, Vania Laoshi mengajak peserta untuk melakukan pemanasan dengan mereview pinyin dasar. Ia mengawali dengan pertanyaan sederhana, “你叫什么名字?nǐ jiào shénme míngzì?” yang merupakan materi awal HSK I pada bab perkenalan. Kalimat tersebut digunakan untuk menanyakan nama seseorang dan dijawab dengan pola “我叫” (Wǒ jiào) diikuti nama diri.

Selain itu, Vania Laoshi juga mereview materi 汉语的音节 (Hànyǔ de yīnjié) atau suku kata dalam Bahasa Mandarin. Ia menjelaskan bahwa Bahasa Mandarin memiliki kata satu suku kata (monosyllabic words) seperti yī, māo, dan xuě, serta kata dua suku kata (disyllabic words) seperti kāfēi, fēijī, dan ěrjī.

Memasuki sesi kedua, kelas dilanjutkan oleh Rizka Laoshi yang mereview materi pada bab tiga hingga bab empat, yakni 她是我的汉语老师 (tā shì wǒ de hàn yǔ lǎo shī) hingga 她女儿今年二十岁 (tā nǚ’ér jīnnián èrshí suì).

Pada materi 她是我的汉语老师, Rizka Laoshi menjelaskan penggunaan kata ganti tanya 谁 (shéi) yang berarti ‘siapa’. Kata ini digunakan untuk menanyakan identitas seseorang dalam kalimat tanya. Ia pun memberikan contoh penggunaannya dalam kalimat “你们是谁?(nǐmen shì shéi?)”.

Selain itu, ia turut membahas kata ganti tanya 哪 (nǎ) yang digunakan dengan pola tertentu, yakni 哪 diikuti kata bantu bilangan atau kata benda. Contohnya terdapat pada kalimat “你的书在哪个桌子?” yang berarti ‘Bukumu ada di meja yang mana?’.

Dalam review bab tiga, Rizka Laoshi juga mengulas kembali penggunaan partikel 的 (de) dan 呢 (ne) yang memiliki fungsi dan aturan tersendiri dalam struktur kalimat Bahasa Mandarin.

Berlanjut ke bab empat dengan materi 她女儿今年二十岁, Rizka Laoshi mengawali pembahasan dengan menjelaskan kata ganti tanya 几 (jǐ), frasa 多 (duō) + 大 (dà), kalimat tanya 您高寿 (nín gāoshòu), serta penggunaan partikel 了 (le).

“Kata ganti tanya 几 digunakan untuk menanyakan jumlah atau usia dengan batasan angka di bawah sepuluh. Contohnya, ‘你家有几口人?(nǐ jiā yǒu jǐ kǒu rén?)’,” jelasnya. Sementara itu, frasa 多大 digunakan untuk menanyakan usia di atas sepuluh tahun.

Sesi kedua bersama Rizka Laoshi menitikberatkan pada penguatan grammar dan struktur kalimat Bahasa Mandarin. Kegiatan Mandarin Bootcamp pertemuan ke-20 ini ditutup dengan review singkat materi budaya Tionghoa, yakni 春运 (chūn yùn) yang dikenal luas sebagai tradisi mudik tahunan di Tiongkok.

Dengan adanya review menyeluruh ini, diharapkan peserta semakin mantap dalam memahami materi HSK I sebagai bekal untuk melanjutkan pembelajaran Bahasa Mandarin ke tahap berikutnya.


Berita LAINNYA