Mandarin Bootcamp Pusbimdik Khonghucu: Perkuat Kompetensi Bahasa Internasional, 62 Peserta Ikuti Ujian HSK I

Ujian HSK I Mandarin Bootcamp

Jakarta (Pusbimdik Khonghucu) - Mandarin Bootcamp pertemuan ke-24 kembali digelar secara daring melalui kelas Zoom pada Sabtu, 7 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting karena diisi dengan pelaksanaan ujian Bahasa Mandarin HSK I sebagai penutup rangkaian pembelajaran selama 24 minggu yang diikuti sebanyak 62 peserta.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Rizka Laoshi dan Vania selaku penguji dan turut dihadiri oleh Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu), Nurudin, serta Kepala Bidang Pendidikan Agama Khonghucu, Ghusni Rahman Auladi.

Dalam sesi pembukaan, Kepala Pusbimdik Khonghucu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti program Mandarin Bootcamp hingga tahap akhir. Menurutnya, pelaksanaan bootcamp ini menjadi kebanggaan bersama, khususnya bagi para peserta yang telah berkomitmen mengikuti pembelajaran secara konsisten sejak awal program.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan mengikuti program intensif selama 24 minggu bukanlah hal yang mudah. Program Mandarin Bootcamp dirancang sebagai kelas pembelajaran yang intensif layaknya kursus bahasa, sehingga membutuhkan ketekunan dan semangat belajar dari para peserta, terlebih bagi sebagian peserta yang baru mulai mempelajari Bahasa Mandarin.

“Pelaksanaan Mandarin Bootcamp ini menjadi nilai tambah sekaligus bekal untuk memperkaya kemampuan Bahasa Mandarin para peserta, terlebih saat ini Bahasa Mandarin semakin berkembang sebagai salah satu bahasa internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa Pusbimdik Khonghucu tengah mengupayakan adanya program lanjutan untuk meningkatkan keterampilan Bahasa Mandarin para peserta. “Program lanjutan dari mandarin bootcamp nantinya, diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa, seperti melalui festival Bahasa Mandarin, lomba pidato, maupun kegiatan lain yang relevan dengan pembelajaran yang telah diikuti selama bootcamp.” Lanjutnya.

Selain itu, Kementerian Agama melalui Pusat bimbingan dan Pendidikan Khonghucu juga merencanakan peluang kegiatan lanjutan berupa kunjungan kebudayaan bagi peserta terpilih. “Kami merencanakan agar para peserta yang terpilih bisa mengikuti kegiatan semacam kunjungan kebudayaan. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lebih luas terkait bahasa dan budaya Tiongkok, bahkan membuka kemungkinan studi atau kunjungan langsung ke Tiongkok di masa mendatang.” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusbimdik Khonghucu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program Mandarin Bootcamp, khususnya para pengajar Bahasa Mandarin dari Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri (STAKN) Purwokerto, yaitu Rizka Laoshi dan Vania Laoshi, serta panitia Pusbimdik Khonghucu yang telah mengelola program ini dengan baik.

Usai penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian HSK I yang dipandu oleh Rizka Laoshi. Dalam arahannya, Rizka Laoshi menjelaskan bahwa sesi pertama ujian dimulai dengan listening test, sementara lembar soal dan jawaban disediakan melalui Google Form yang dibagikan melalui kolom chat pada Zoom.

Ujian HSK I merupakan tingkat dasar dalam standar kompetensi Bahasa Mandarin yang menguji kemampuan pemahaman dasar peserta terhadap bahasa Mandarin.

Secara keseluruhan, ujian HSK I terdiri dari 20 soal listening dan 20 soal reading, dengan durasi pengerjaan selama 60 menit untuk menyelesaikan seluruh bagian ujian.

Melalui pelaksanaan ujian ini, para peserta diharapkan dapat mengukur kemampuan dasar Bahasa Mandarin yang telah dipelajari selama mengikuti program Mandarin Bootcamp. Nantinya, peserta akan memperoleh sertifikat hasil ujian HSK I yang memuat nilai hasil tes sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan partisipasi mereka selama mengikuti program Mandarin Bootcamp serta pelaksanaan ujian Bahasa Mandarin tingkat dasar HSK I.**


Berita LAINNYA