Tak Sekadar Review: Sesi ke-21 Mandarin Bootcamp Tunjukkan Peningkatan Kompetensi

Kelas Zoom Mandarin Bootcamp ke- 21

Jakarta (Pusbimdik Khonghucu) - Mandarin Bootcamp pertemuan ke-21 kembali digelar dengan suasana interaktif dan penuh semangat. Pada sesi kali ini, peserta diajak untuk mereview materi Bab 6 hingga 10, memperdalam struktur kalimat Bahasa Mandarin, serta mengenal lebih dekat tradisi dalam perayaan Tahun Baru Imlek, Sabtu 14 Febuari 2026. 

Kegiatan bootcamp dibuka oleh Vania Laoshi yang mengawali sesi dengan mengulas kembali capaian pembelajaran sebagai bagian dari skill HSK I. “Hari ini kita kupas materi mereview pembahasan HSK I yang telah dipelajari, khususnya pada bab-bab awal,” ujar Vania.

Fokus utama sesi pembuka adalah pendalaman pinyin, khususnya kelompok zh, ch, sh, dan r yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Vania Laoshi memberi tantangan kepada para peserta untuk mengingat kembali cara pelafalannya. “Minggu lalu kita sudah membahas pinyin zh, ch, sh, dan r. Masih ingat kelompok pinyin tersebut bagaimana cara pronounce-nya?” tanyanya.

Para peserta pun serempak melafalkan kelompok pinyin tersebut dengan tepat. Menanggapi hal itu, Vania Laoshi memberikan tips atau hacks dalam pengucapannya. Ia menjelaskan bahwa posisi awal lidah harus menyentuh langit-langit atas sehingga bunyinya terdengar kurang “clear” atau lebih samar-samar.

Tak hanya itu, Vania juga mengulas perbedaan pelafalan “n” dan “ng”. Menurutnya, “n” dilafalkan seperti bunyi “en”, sedangkan “ng” berbunyi “eng” dengan suara yang lebih bergema. Sesi ini menegaskan pentingnya ketepatan pelafalan dalam membangun fondasi kemampuan berbahasa Mandarin.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Rizka Laoshi yang memperdalam review Bab 6 hingga 10 dengan fokus pada struktur kalimat Bahasa Mandarin. Ia membahas berbagai unsur penting seperti kata kerja adjectival (kata sifat), kata kerja modal, kata ganti tanya, cara membaca nama hari, tanggal, bulan, tahun, penyebutan mata uang, hingga menulis Hanzi.

Rizka Laoshi menjelaskan penggunaan kata kerja adjectival 很 (hěn) sebagai kata sifat yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi sesuatu dan diletakkan setelah subjek. “Kata Kerja adjectival 很 (hěn) adalah kata sifat yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi sesuatu, kata tersebut diletakan setelah subjek,” jelasnya.

Selanjutnya, ia memaparkan penggunaan kata kerja modal 会 (huì) yang berarti “bisa” dan diletakkan di depan kata kerja. Ia memberikan contoh kalimat 我会写汉字 (wǒ huì xiě hàn zì) yang berarti “saya bisa menulis hanzi”.

Selain membahas 很 (hěn) dan 会 (huì), Rizka Laoshi juga mengulas kata ganti tanya, kata bantu bilangan, serta kata kerja modal lainnya. Pada sesi keterampilan menulis HSK I, ia turut mereview penulisan beberapa hanzi penting seperti 很, 会, 怎么, 年, 月, 日, 接, 借, 火车站, 商店, 想, 在, 哪, 能, 请, dan 帮.

Menjelang akhir sesi, suasana pembelajaran semakin menarik ketika Rizka Laoshi memperkenalkan wawasan budaya Tionghoa dalam perayaan Tahun Baru Imlek. “Berhubung Tahun Baru Imlek sudah dekat, mari mengenal seperti apa tradisi menjelang dan saat perayaan Tahun Baru Imlek,” ujarnya.

Ia menjelaskan beberapa tradisi yang umum dilakukan masyarakat Tionghoa, seperti menggantung lampion 挂灯笼 (guà dēng lóng), berkunjung ke sanak saudara 拜年 (bài nián), membagikan angpao 发红包 (fā hóng bāo), serta makan malam bersama keluarga 吃年夜饭 (chī nián yè fàn).

Dengan materi yang padat dan komprehensif, Mandarin Bootcamp pertemuan ke-21 tidak hanya memperkuat pemahaman struktur Bahasa Mandarin peserta, tetapi juga memperkaya wawasan budaya mereka. Melalui sesi review ini, diharapkan peserta semakin siap menghadapi ujian HSK I sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang melekat dalam bahasa yang mereka pelajari.**


Berita LAINNYA