Mandarin Bootcamp Minggu ke-9: Kuasai Percakapan "我会说汉语", Perdalam Pelafalan 拼音 (Pinyin) dan Mengenal Kuliner Tiongkok

Para Peserta Mandarin Bootcamp ke- 9 Semakin Antusias Perdalam Bahasa Mandarin

Jakarta (Pusbimdik) – Program Mandarin Bootcamp minggu ke-9 yang digelar secara daring melalui Zoom pada Sabtu pagi kembali menghadirkan suasana belajar yang hangat, interaktif, dan penuh wawasan. Kali ini, materi tidak hanya memperkuat kemampuan berbahasa Mandarin dasar, tetapi juga mengenal lebih dalam mengenai Hanzi dan budaya kuliner Tiongkok.

Seperti biasa, kelas dibuka oleh Laoshi Vania dengan menanyakan kesulitan peserta saat mengerjakan PR “Halo semuanya! Kemarin teman-teman peserta yang sudah kirim PR sudah Laoshi periksa ya! Hanya yang baru kirim tadi malem, feedbacknya menyusul. Apakah ada yang sulit PR nya kemarin?” tanyanya membuka kelas zoom Bahasa Mandarin.

Beberapa peserta langsung mengacungkan tangan virtual, “lumayan sulit Laoshi, terutama yang berbunyi e‘r’” jawab salah seorang peserta.

Kemudian Vania Laoshi menjawab kesulitan peserta dengan menjelaskan Teknik membaca pinyin yang berbunyi ‘er’. “Ada beberapa contoh pronounciation bunyi er di depan dan di belakang. Seperti minggu lalu, kita belajar kalau bunyi er bisa di depan berbentuk sebuah vocab dan juga di belakang sebagai imbuhan.” Jelasnya.

Setelah mengoreksi homework, Ia melanjutkan pembahasan dengan memaparkan sejumlah pinyin ‘er’ beserta cara melafalkannya dengan benar. Di antaranya: 耳机 ěr jī, 女儿 nǚ ér, 耳朵 ěr duo,  玩儿wán er, 耳语ěr yǔ, 花儿 huār, 儿子 ér zi, 面儿 miàn er, 耳环 ěr huán, 儿 shì er, 耳聋 ěr long, 头儿 tóu er.

Sesi Mandarin bootcamp bersama Vania Laoshi mengintensifkan pelafalan pinyin secara interaktif dengan peserta. Seluruh peserta di dalam kelas zoom diberi sesi khusus mempraktikan pelafalan pinyin untuk dikoreksi langsung oleh Vania Laoshi.

Sesi selanjutnya, bootcamp dipandu oleh Rizka Laoshi yang menjelaskan tentang materi pertemuan 9, ‘我会说汉语 (wǒ huì shuō hàn yǔ) atau saya bisa berbicara Bahasa Mandarin.

Materi ‘我会说汉语 (wǒ huì shuō hàn yǔ) membahas percakapan sehari-hari di setiap konteks, di antaranya percakapan 在学校 (zài xué xiào) yakni di sekolah, 在 厨房 zài chú fánɡ atau di dapur, dan  在图书 馆 (zài tú shū ɡuǎn) di perpustakaan.

Dalam pembahasan percakapan tersebut, Rizka Laoshi menyematkan 注释 atau notes yang perlu diperhatikan oleh para peserta dalam penggunaannya. “Kata kerja modal atau “会huì” adalah kata kerja modal yang berarti “bisa”. Penggunaannya diletakkan di depan kata kerja yang berarti bisa melakukan sesuatu hal melalui proses belajar. Dalam pola kalimat negatif, ditambahkan kata “不bù” yang berarti tidak.” paparnya.

Pembahasan bab reading oleh Rizka Laoshi banyak membedah kelas kata, di antaranya kata benda, kata kerja, kata sifat, serta catatan penting dalam kata kerja modal “会huì”, dan kata ganti tanya“怎么zěn me”.

Memasuki segmen menulis/reading, Rizka Laoshi memaparkan terkait mengenal aksara sederhana, yang kemudian dilanjutkan dengan membahas materi budaya seputar sejarah kuliner Tiongkok beserta makanan-makanan khasnya.

Mandarin bootcamp pertemuan ke-9 berlangsung Sabtu, 15 November 2025 selama tiga jam secara intensif. Para peserta keluar dari ruang zoom sambil membawa catatan baru tentang pinyin yang benar, beberapa Hanzi yang sudah lancar untuk ditulis, serta wawasan budaya mengenai kuliner tradisional Tiongkok.

Sampai jumpa di Mandarin Bootcamp minggu ke-10! 

加油!(Jiāyóu!)**


Berita LAINNYA