Mandarin Bootcamp ke-22 Matangkan Peserta Jelang Ujian HSK I

Suasana Pergantian Sesi Kelas Zoom Mandarin Bootcamp ke- 22

Jakarta (Pusbimdik Khonghucu) - Mandarin Bootcamp pertemuan ke-22 kembali digelar secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 21 Februari 2026. Pertemuan kali ini menjadi sesi review menyeluruh materi HSK I, khususnya bab 10 hingga bab 15, sebagai pemantapan akhir menjelang ujian yang direncanakan berlangsung awal Maret mendatang.

Kelas dibuka oleh Vania Laoshi dengan mengulas kembali penggunaan kata tanya 哪 (nǎ) dalam struktur kalimat Bahasa Mandarin. Ia menjelaskan bahwa 哪 (nǎ) berarti “yang mana” atau which one, dan digunakan untuk menanyakan sesuatu yang spesifik.

“哪 (nǎ) artinya ‘yang mana’. Kata ini harus diikuti kata bantu bilangan atau kata pengklasifikasi, lalu ditambahkan objek,” jelasnya.

Sebagai contoh, Vania Laoshi memaparkan kalimat 哪位老师?(Nǎ wèi lǎo shī?) yang berarti “guru yang mana?”. Kata bantu 位 (wèi) digunakan untuk orang sebagai bentuk yang lebih sopan. Ia juga memberikan contoh lain, seperti 你的杯子在哪张桌子上?(Nǐ de bēi zi zài nǎ zhāng zhuō zi shàng?) yang berarti “gelasmu di meja yang mana?”. Dalam kalimat tersebut, 张 (zhāng) merupakan kata bantu bilangan untuk benda datar seperti meja.

Vania Laoshi menekankan bahwa penggunaan 哪 (nǎ) tidak dapat berdiri sendiri tanpa kata bantu bilangan. Peserta kemudian diminta membuat kalimat secara mandiri dengan menerapkan pola tersebut sesuai objek yang digunakan.

Selain itu, materi waktu dan tanggal dalam Bahasa Mandarin juga dibahas secara interaktif. Para peserta berlatih menyebutkan hari dan tanggal, serta memahami posisi keterangan waktu dalam kalimat. Salah satu contoh yang diulas adalah kalimat 明天星期几?(Míngtiān xīngqī jǐ?) yang berarti “Besok hari apa?”.

Selepas sesi bersama Vania Laoshi, kelas dilanjutkan dengan review materi oleh Rizka Laoshi yang menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan pengulasan terakhir untuk bab 10 hingga bab 15.

“Baik, hari ini review terakhir ya, bab 10 sampai bab 15,” ujarnya.

Rizka Laoshi mengulas kembali penggunaan kata 有 (yǒu) yang berarti “ada” atau “punya”, serta bentuk negatifnya 没有 (méi yǒu). Ia menjelaskan bahwa dalam kalimat negatif, umumnya tidak perlu menambahkan kata bantu bilangan sebelum objek. Contohnya pada kalimat 椅子下面没有狗 (yǐ zi xià miàn méi yǒu gǒu) yang berarti “di bawah kursi tidak ada anjing”.

Materi kalimat imperatif dengan kata 请 (qǐng) yang berarti “silakan” juga turut direview. Contohnya, 请喝茶 (qǐng hē chá) yang berarti “silakan minum teh”. Rizka Laoshi menjelaskan bahwa penambahan kata kerja setelah 请 membentuk kalimat imperatif yang bersifat halus dan sopan.

Tak hanya itu, sesi review juga mencakup berbagai struktur penting lainnya seperti penggunaan kata tanya 怎么样 (zěn me yàng), pola kalimat subjek-predikat (主谓谓语句), partikel 太 (tài) dan 了 (le), kata kerja modal 会 (huì), modal partikel 吧 (ba), kata benda 后 (hòu), partikel seru 啊 (a), kata keterangan 都 (dōu), hingga latihan menulis Hanzi.

Review lima bab terakhir berlangsung padat namun interaktif. Setelah hampir enam minggu pelaksanaan, kemampuan peserta terlihat semakin meningkat, baik dalam memahami struktur kalimat dan tata bahasa, maupun dalam keterampilan menulis Hanzi.

Pertemuan ke-22 ini menjadi momentum penting sebagai persiapan akhir menghadapi ujian HSK I, sekaligus menegaskan komitmen Mandarin Bootcamp dalam membekali peserta dengan pemahaman dasar Bahasa Mandarin yang kuat dan terstruktur.**


Berita LAINNYA