Jakarta (Pusbimdik) - Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu) Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan penyusunan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab ABK) bagi Penyuluh Agama Khonghucu dan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri (SETIAKIN) Tahun 2025 di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Nurudin selaku Kepala Pusbimdik Khonghucu menegaskan bahwa penyusunan Anjab ABK, bukan sekadar kegiatan administratif biasa, melainkan salah satu langkah strategis dan konkret dalam mengimplementasikan program Kementerian Agama yang berdampak nyata bagi umat Khonghucu. Kegiatan ini menjadi fondasi penting penguatan sumber daya manusia (SDM) Khonghucu di tengah semangat transformasi kelembagaan dan reformasi birokrasi Kemenag.
“Kegiatan ini adalah instrumen krusial untuk mengukur beban kerja yang realistis, mendefinisikan kompetensi jabatan, sekaligus menjadi dasar kuota formasi ASN melalui jalur CPNS, PPPK, maupun tenaga kontrak,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pembukaan.
Anjab ABK dilangsungkan, mengingat saat ini Pusbimdik Khonghucu telah mencatat sejumlah capaian signifikan. Di antaranya Peresmian bersejarah SETIAKIN Bangka Belitung yang telah diresmikan sebagai perguruan tinggi Agama Khonghucu Negeri pertama di Indonesia, serta upaya Pusbimdik dalam memperjuangkan afirmasi bagi pengadaan dan pengelolaan tenaga kontrak penyuluh/guru Agama Khonghucu.
Melalui Anjab ABK, diharapkan kebutuhan instrument SETIAKIN dan pengadaan penyuluh Agama Khonghucu dapat terpenuhi secara optimal. “Anjab ABK yang kita susun hari ini akan menjadi peta kebutuhan SDM yang terukur, mendukung rekrutmen dosen dan staf SETIAKIN agar institusi ini segera menjadi pusat unggulan penelitian filsafat Khonghucu kontemporer dan dialog antaragama.” ucapnya.
Kegiatan yang dihadiri pejabat Biro SDM, Biro Ortala Setjen Kemenag, narasumber, fasilitator, serta perwakilan penyuluh dan civitas akademika SETIAKIN ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kuota formasi yang realistis dan dokumen Anjab ABK yang memenuhi standar nasional.
Dengan langkah ini, Pusbimdik Khonghucu kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan layanan keumatan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak bagi seluruh umat Khonghucu Indonesia.**