Sosialisasi Penguatan HAM pada Pendidikan Agama Khonghucu

Sosialisasi Penguatan HAM pada Pendidikan Agama Khonghucu

Sosialisasi Penguatan HAM pada Pendidikan Agama Khonghucu

Jakarta --- Jumat, 11 Agustus 2023 – Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Sekretariat Jenderal Kementerian Agama melaksanakan agenda Finalisasi Sosialisasi Penguatan HAM pada Pendidikan Agama Khonghucu. Acara ini diselenggarakan melalui daring yang dihadiri oleh penyuluh, guru ormas, dan juga Kanwil Kemenag serta Kankemenag.

Tujuan dari kegiatan penguatan HAM ini adalah untuk meningkatkan penghormatan, pemenuhan, perlindungan, penegakan dan pemajuan hak asasi manusia bagi masyarakat khususnya bagi pelajar dan tenaga pengajar sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab negara dalam upaya pemenuhan hak mengembangkan diri.

Pendidikan HAM pada menjadi cara dalam mengenalkan konsep HAM sejak dini pada anak. Membangun etika pada generasi muda penting dilakuan. Jadi dengan pendidikan HAM sejak dini pada diharapkan akan terbentuk mentalitas yang memiliki penghormatan pada hak asasi menusia.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Dr. H. Susari,  MA hadir memberikan dukungan dan arahan terhadap acara yang diselenggarakan sehingga dapat sesuai dengan program yang telah ditetapkan perjalinan  Kerja Sama Kemenag-Komnas dalam Pemajuan HAM di Lingkungan Pendidikan. Sehingga tidak ada lagi kekerasan dalam lingkungan pendidikan dan peserta didik mendapatkan pemenuhan HAM yang penuh.

Narasumber dalam sosialisasi ini dibawakan oleh Bapak Hari Reswanto, S.S sebagai penyuluh sosial Madya Komnas Hak Asasi Manusia RI. Sebelumnya Kepala Bidang Bimbingan dan Kelembagaan Bapak Mohammad Farid Wadjdi memberikan sambutan pembukaan pada acara ini dengan harapan sosialisasi ini bisa menjadi solusi bagi guru dan siswa di lingkungan satuan pendidikan keagamaan Kementerian Agama RI dan pendidikan setara lainnya. Perlindungan HAM dapat memberikan harapan keberlangsungan bagi generasi muda ke depannya khususnya agama Khonghucu.       

Kedepannya, Sekolah Ramah HAM menjadi alat untuk mentransformasi pengetahuan dan kesadaran baru berbasis pada nilai dan norma HAM, sehingga pendidikan menjadi lebih humanis. Semoga pertemuan ini menjadi penyemangat semua pihak untuk terus berkontribusi dalam upaya pemajuan dan penegakan HAM. Pesan Bapak Hari Reswanto memberikan perspektif bagi agama Khonghucu dalam pelayanan di lingkungan pendidikan dan juga memberikan penghargaan atas upayah Kementerian Agama dalam mengoptimalkan penguatan HAM di lingkungan Pendidikan Khonghucu.


Berita LAINNYA